Awalnya, Candi Pendem digali oleh seorang Belanda benama de Plink. Ia tidak sendirian, tetapi melibatkan raktat. Karakter bangsa penjajah adalah menguasai, begitu mendapatkan kotak tembaga yang dicari dari penggalian tersebut, langkah de Plink berhenti begitu saja.
Itulah cerita yang selalu muncul dari penduduk setempat soal Candi Pendem ini. Cerita ini terus bergulir, turun-temurun sampai sekarang.
Candi ini berukuran 11,9 meter x 11,9 meter.
Seperti Candi Asu, yang lokasinya tidak jauh dari candi ini, di Candi Pendem juga konstruksinya belum selesai. Motif hiasan di tangga baru pada tahap awal alias motif Jaladwara, juga motif lain di candi.
Itulah cerita yang selalu muncul dari penduduk setempat soal Candi Pendem ini. Cerita ini terus bergulir, turun-temurun sampai sekarang.
Candi ini berukuran 11,9 meter x 11,9 meter.
Seperti Candi Asu, yang lokasinya tidak jauh dari candi ini, di Candi Pendem juga konstruksinya belum selesai. Motif hiasan di tangga baru pada tahap awal alias motif Jaladwara, juga motif lain di candi.
Sesuai dengan namanya candi ini bernama Candi Pendem (Pendem = bahasa jawa) yang berarti candi yang dahulu terpendam didalam tanah, hal tersebut bisa dilihat dari lokasi candi yang berada di kedalaman sekitar 3 m dibawah permukaan lahan pertanian disekitarnya.Tetapi candi ini tidak pernah terendam dikala hujan karena adanya saluran pembuangan air. Sama seperti candi asu, candi ini pintu masuknya menghadap ke barat.
Candi ini terdiri dari kaki setinggi
1,88 meter dan sebagian tubuhnya berdekorasi relief. Di antaranya,
relief burung di tengah pola hias sulur, pot dengan pola sulur, dan
relief gana.
Di tengah-tengah candi terdapat lubang
bekas sumur. Seperti dua candi lainnya, Candi Asu dan Lumbung, bahan
pembuatan candi adalah batu Andesit dan didirikan pada masa kekuasaan
Rakai Hayuwangi.
Dalam prasasti Salingsingan yang ditemukan dan prasasti Sri Manggala tahun 874, disebutkan kegiatan dharma
atau kegiatan keagamaan banyak dilakukan di tiga candi itu. Tidak ada
penyataan yang menyebut Candi Pendem, namun prasasti memperlihatkan
candi ini telah ada pada akhir abad VIII-IX. Sayangnya, prasasti sudah
dipindah dari kompeks candi dan dipindah di Museum Candi Prambanan.
Terkait nama prasasti yang ditemukan, bernama Salingsingan. Karena
pergeseran penyebutan lafal dan nama, penduduk setempat menyebut dengan
nama Tlingsing. Kebetulan, di dekat candi memang ada Sungai Tlingsing
Candi Pendem berada sekitar 100 meter dari Candi Asu. Letak candi ini
berada di belakang Dusun Candipos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun.
kota Muntilan, Magelang, Jawa Tengah
robertsukasuka@2010, February










0 komentar:
Posting Komentar